Jepara, mtsnurulilmi.sch.id - Suasana khidmat seketika menyelimuti halaman MA Nurul Ilmi pada Jumat (17/07/2026) atau bertepatan dengan 2 Shafar 1448 H.
Ribuan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan secara berjamaah mengalun indah, menandai digelarnya puncak peringatan Khotmil Qur'an dalam rangka Haul ke-40 sang pendiri Yayasan Islam Nurul Ilmi Bategede, Simbah KH. Rosyidi bin Mustari.
Agenda sakral tahunan ini dihadiri langsung oleh seluruh jajaran Pengurus Yayasan, Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3), serta dewan guru dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Ilmi.
Haul kali ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali dedikasi dan fondasi perjuangan yang telah diletakkan oleh almarhum Mbah KH. Rosyidi empat dekade silam.
Tiga Warisan Abadi yang Nyata
Suasana haul semakin bermakna saat KH. Yasin Ma'ruf, ulama karismatik asal Bawu, Jepara, menyampaikan Mauidhoh Hasanah-nya.
Di hadapan para hadirin, ia mengupas tuntas bagaimana kehidupan Mbah Rosyidi semasa hidup merupakan pengejawantahan nyata dari hadis Rasulullah SAW tentang tiga amalan yang tidak akan terputus pahalanya setelah manusia wafat.
"Mbah KH. Rosyidi ini sudah menerapkan betul hadis Nabi. Amalannya terus mengalir deras sampai hari ini melalui tiga perkara," ujar KH. Yasin Ma'ruf dengan penuh takzim.
Lebih lanjut, KH. Yasin merinci ketiga bekal abadi yang telah dipersiapkan oleh sang pendiri:
Sedekah Jariyah yang Kokoh: Semasa hidup, Mbah Rosyidi dikenal sangat dermawan dan visioner.
"Mbah Rosyidi itu pastilah, entah satu atau dua meter tanahnya, diniatkan dan diwakafkan untuk pembangunan gedung tempat mengaji anak-anak," ungkapnya.
Bangunan-bangunan itulah yang kini menjelma menjadi fasilitas pendidikan yang mencetak generasi islami.
Anak-Anak yang Saleh dan Alim: Keberhasilan Mbah Rosyidi mendidik keluarga terbukti dari lestarinya perjuangan yayasan. Keturnan beliau dikenal sebagai pribadi-pribadi yang fasih mengaji dan komitmen melanjutkan estafet perjuangan dakwah.
Ilmu yang Bermanfaat dan Multiplier Effect: Warisan terbesar Mbah Rosyidi tidak hanya berhenti pada anak cucu, melainkan juga pada murid-muridnya.
"Ilmunya saling terkait dan menyambung. Murid beliau punya murid lagi, lalu muridnya punya murid lagi, dan seterusnya. Itulah potret sejati dari ilmu yang bermanfaat," tambah KH. Yasin.
Merawat Semangat Perjuangan
Acara haul yang berlangsung tertib dan khusyuk ini diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan menjadi bahan bakar semangat bagi seluruh dewan guru dan pengurus yayasan untuk terus menjaga mutu pendidikan Islam di Nurul Ilmi Bategede.
Dengan tantangan zaman yang semakin dinamis, warisan nilai, tanah wakaf, dan ilmu dari Mbah KH. Rosyidi bin Mustari dipastikan akan terus hidup dan menghidupkan karakter generasi muda di Bategede dan sekitarnya.
0 Komentar