Jepara, mtsnurulilmi.sch.id - MTs Nurul Ilmi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan siswa melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 1 Tahun 2025. Sebanyak 175 siswa secara resmi menerima buku rekening BRI sebagai sarana pencairan dana bantuan pendidikan sebesar Rp750.000 per siswa.
Kegiatan pembagian buku rekening ini berlangsung di Aula MTs Nurul Ilmi pada Kamis, 16 Oktober 2025, yang dihadiri langsung oleh para siswa penerima bersama wali/orang tua masing-masing. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Bp. Abdul Ronzak S., S.Ag., S.Pd., turut memberikan arahan dan motivasi.
“Bersyukurlah bagi yang menerima, karena tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Gunakan dana PIP ini khusus untuk keperluan pendidikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegas Bp. Ronzak dalam sambutannya.
Pengambilan Dana Diatur Bergilir, Ini Jadwal dan Syaratnya
Sesuai ketentuan dari Bank BRI selaku penyalur dana PIP, pencairan akan dilakukan secara bergilir selama 4 hari, mulai Senin, 20 Oktober hingga Kamis, 23 Oktober 2025, di BRI Karangnongko-Daren, Kecamatan Nalumsari. Hal ini dilakukan mengingat jumlah penerima dari MTs Nurul Ilmi yang cukup banyak.

Pihak BRI hanya melayani pencairan pukul 08.00 – 11.00 WIB, dengan kuota harian antara 40–45 orang tua/wali siswa, sesuai hasil konfirmasi dengan petugas keamanan bank.
Adapun syarat pencairan dana PIP, orang tua atau wali siswa wajib datang sendiri ke bank dengan membawa dokumen berikut:
KTP Asli Orang Tua/Wali
Buku Rekening Asli
Fotokopi KTP Orang Tua
Fotokopi Buku Rekening
Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
Fotokopi Akta Kelahiran Siswa
MTs Nurul Ilmi berharap dana bantuan ini benar-benar digunakan untuk menunjang kebutuhan sekolah, seperti pembelian perlengkapan belajar, seragam, atau pembayaran kegiatan akademik.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan orang tua yang merasa terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah. Dengan adanya PIP, diharapkan angka partisipasi sekolah dapat terus meningkat dan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
(Lim)
0 Komentar